Main Article Content

Qomariyatus Sholihah

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai kasus transportasi yang jarang sekali ditemui pada kota-kota lain di dunia. Jalan raya tidak saja digunakan untuk melayani kepentingan umum tapi digunakan juga untuk usaha pertambangan salah satu yang paling dominan yaitu pertambangan batubara. Kegiatan ini mengakibatkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, karena besarnya kadar debu yang ada di udara ambien pada jalur lintasan angkutan batubara. Tujuan penelitian untuk menentukan  kadar debu di jalan yang dilintasi dan tidak oleh angkutan batubara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian bersifat deskriftif yang menggambarkan kadar debu ambien di sepanjang jalan trikora Banjarbaru dengan pengukuran secara purposive sampling. Pengukuran di lakukan pada jam 18.00-06.00 WITA karena pada saat itu banyak truk pengangkut batubara yang melintas. Alat yang digunakan Dust Sampler tipe high volume sampler (HVS-500). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar debu rata-rata pada ruas jalan yang dilintasi angkutan batubara 92,6 – 305,6 µg/m3, sedangkan pada ruas jalan yang tidak dilintasi angkutan batubara rata-rata 58,9 – 255,3 µg/m3. Kadar debu tertinggi terukur pada periode jam 18.00-00.00 WITA karena pada jam-jam tersebut kendaraan yang melintas lebih banyak.  


South Kalimantan experienced a very district transportation case which is not found elsewhere in the world. The road was not only used for public purposes but also for mining bussiness purposes, dominantly coal mining. The activities affected human health because of particulate matter in the ambient along the road for coal transport. Therefore, the aim of this research was to determine particulate matter (PM) concentration on the roads used for transporting coal and roads which were only for public. The analysis method is descriptive to picture PM content in the ambient along Trikora Banjarbaru St. Using purposive sampling. Meassurement were done betwen 6.00 PM – 6.00 AM WITA to accommodate coal truck traffic. The device used was high volume dust sampler (HVS-500). Research showed that PM average concentration on roads used for coal transport was 92.5 – 305.6 µg/m3, whereas on the roads speerfically only for public the value weere 58,9 – 255,3 µg/m3 . Higest PM content was monitored betwen 6.00 PM – 12.00 PM WITA due to traffic volume on that particular hour interval.

Article Details

Section
Articles