Main Article Content

Sulaiman Hamzani Sri Suhenry Isworo Pramudyo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum koagulan biji kelor dan menghasilkan ketebalan filtrasi karbon aktif dalam penurunan tingkat kekeruhan dan warna hingga memenuhi syarat baku mutu air minum. Metode penelitian yang dilakukan adalah uji jartest koagulan biji kelor dengan variasi dosis 10-80 mg/L, selanjutnya dosis optimum digunakan pada proses koagulasi-flokulasi dan filtrasi dengan variasi karbon aktif granular ketebalan 10-100 cm pada tabung filter diameter 4”. Tingkat kekeruhan diukur dengan turbidimeter dan warna dengan colorimeter. Hasil yang diperoleh sesudah pengolahan untuk tingkat kekeruhan 2 NTU (efisiensi penurunan 95,6%) dan warna 10 TCU (efisiensi penurunan 88,9%). Kombinasi pengolahan ini mampu memenuhi persyaratan kualitas air minum dengan dosis optimum koagulan biji kelor 60 mg/L dan filter karbon aktif dengan ketebalan 100 cm.


This study aims to determine the optimum dose of coagulant Moringa seed and produce active carbon filtration thickness decreased turbidity and color levels to meet drinking water quality standard requirements. Research methodology is a jar test moringa seeds with variations coagulant dose 10-80 mg/L, then the optimum dose used in the coagulation-flocculation and filtration with granular activated carbon variations in the thickness of 10-100 cm in diameter filter tubing 4 ". Turbidity levels measured by turbidimeter and colors with a colorimeter. The results obtained after treatment for 2 NTU turbidity level (efficiency 95.6% decrease) and a color of 10 TCU (efficiency 88.9% decrease). Combination treatment is able to meet the quality requirements of drinking water with optimum coagulant dose moringa seed 60 mg/L and an activated carbon filter with a thickness of 100 cm.

Article Details

Section
Articles