Main Article Content

Mariana Hasyim

Abstract

Gas hasil pembakaran sampah terdiri dari gas-gas yang berbahaya seperti SO2, HCL, CO, dan sebagainya.
Teknologi penghilangan gas-gas berbahaya dapat dilakukan dengan menggunakan proses kering dan proses
basah. Proses kering lebih ekonomis bila dibandingkan dengan proses basah. Kelemahan proses kering
adalah konversi absorpsi dan efisiensi penyisihan gas relatif rendah. Salah satu cara mengatasi masalah
tersebut adalah dengan menggunakan sorbent yang mempunyai reaktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan reaktivitas sorbent Ca(OH)2 dengan menggunakan tanah diatome (DE) sebagai sumber
silika. Reaksi antara SiO2 dengan Ca(OH)2 membentuk kalsium silikat hidrat (CaO.SiO2.2H2O) yang
mempunyai porositas dan reaktivitas tinggi. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan
sorbent dan tahap uji reaktivitas sorbent. Persiapan sorbent dilakukan dalam reaktor batch dengan
mereaksikan Ca(OH)2 dan DE dengan 100 g air pada berbagai variasi rasio Ca(OH)2/DE dengan rasio berat
fasa air/padatan sebesar 10. Uji reaktivitas sorbent dilakukan dengan menentukan daya serap sorbent
terhadap methylene blue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas slurry dan berat sampel padat
meningkat setelah reaksi. Konversi reaksi meningkat dengan kenaikan temperatur reaksi, kecepatan
pengaduk dan waktu reaksi. Konversi reaksi konstan setelah 20 menit. Temperatur reaksi 65oC menghasilkan
konversi reaksi tertinggi dari variabel yang dilakukan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa reaktifitas
sorbent Ca(OH)2/DE lebih tinggi dari sorbent Ca(OH)2.

Article Details

Section
Articles