Main Article Content

Yustika Kusumawardani Wiharyanti Oktiawan Ganjar Samudro

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk 248.722 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebesar 61.513. Namun dari keseluruhan jumlah penduduk tersebut tercatat hanya 11.882 pelanggan atau sekitar 19,32% penduduk yang terlayani oleh PDAM Kota Tegal dan tingkat kebocoran air sebesar 44,21%. Tekanan air pada sistem distribusi eksisting sangat rendah karena menara air yang tersedia tidak dapat difungsikan.  Kapasitas sumber air baku yang saat ini dimiliki PDAM Kota Tegal adalah 190 lt/dtk. Pengembangan jaringan distribusi sistem penyediaan air minum untuk wilayah Kota Tegal direncanakan hingga tahun 2021 dengan menggunakan sumber air baku baru yang berasal dari PDAB Jawa Tengah yaitu penambahan sebesar 200 liter/detik. Kapasitas air tersebut digunakan untuk menambah wilayah pelayanan di kecamatan Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur dan Margadana. Pengembangan jaringan distribusi baru dapat melayani  pelanggan sambungan rumah baru sebesar 16.071 SR dengan presentase rencana pengembangan hingga 79,80 % untuk seluruh wilayah Kota Tegal.  Tingkat pelayanan pada   Kecamatan Tegal Selatan, Tegal Timur, Tegal Barat dan untuk Kecamatan Margadana adalah 20,96% 16,92%, 19,19% dan 22,72% secara berturut-turut. Perencanaan jaringan distribusi baru tersebut menggunakan pola jaringan distribusi bercabang dan tidak terkoneksi dengan sistem jaringan distribusi lama dengan total anggaran biaya sebesar Rp 17.363.693.000,00.


Tegal Region determined as one of the otonomical regions located in Central Java which has 248,722 populations with the number of head of household 61,513. From that total population was recorded only 11,882 custumers, or approximately 19.32% of the population served by PDAM Tegal with a leak rate it’s about 44.21%. Moreover the water pressure on the existing distribution system is very low because the water tower can not used. Capacity of raw water source that is currently owned by PDAM Tegal is 190 l/sec. Development of distribution networks for drinking water supply systems in Tegal region is planned until the year 2021 using the new raw water sources originating from PDAB in Central Java that is equal to 200 l/sec. Water capacity is used to increase the service area in the district of Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur and Margadana. From that new development distribution network can fullfil customer connections for 16,071 household connections by the percentage of SR development plan up to 79.80% for the entire region Tegal. Which is the service level of each district are 20.96% for Tegal Selatan subdistrict, 16.92%, Tegal Timur subdistrict, 19.19% Tegal Barat subdistrict and 22.72% for Margadana subistrict. The new distribution network planning is designed using branch pattern of the distribution network and unconnected to the old system of distribution network results the total budget about Rp 17,363,693,000.00.

Article Details

Section
Articles