Main Article Content

Joko Sarsetiyanto

Abstract

Perkembangan jumlah kendaraan bermesin bensin dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang pesat. Hal ini mengakibatkan jumlah gas buangnya juga meningkat sehingga berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengurangi kadar gas buang yang bersifat toksik tersebut. Di sisi lain dengan semakin menipisnya cadangan minyak bumi Indonesia, maka peranan bahan bakar terbarui seperti bioetanol harus semakin ditingkatkan. Sebagai satu alternatif pemecahan masalah tersebut dilakukan penelitian eksperimental tentang campuran bioetanol-bensin yang digunakan sebagai bahan bakar pada motor bensin standar 4 langkah tipe 4K. Kegiatan utama penelitian adalah menganalisis kinerja mesin dan emisi gas buang yang diuji. Campuran bioetanol dalam bahan bakar uji divariasikan dari 0 hingga 25%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran bioetanol-bensin berdampak positif baik terhadap kinerja maupun emisi gas buang mesin terutama pada putaran jelajah (2500-3000 rpm). Pada putaran 2500 rpm emisi gas buang paling baik terjadi pada campuran 25% etanol, yaitu dengan kadar CO = 1,21%; CO2 = 12,20%; HC = 227 ppm; O2 = 3,60%, dan kinerja mesin (BHP) 44,4 hp; torsi (T) sebesar 126,6 kg-m; konsumsi bahan bakar spesifik (BSFC) sebesar 0,23 kg/hp-jam; dan efisiensi termal (th) sebesar 35%. Sedangkan emisi gas buang terburuk terjadi pada penggunaan bahan bakar bensin tanpa etanol, yaitu CO = 2,20%; CO2 = 11,70%; HC = 277 ppm; O2 = 1,07% dengan kinerja mesin BHP sebesar 45,4 hp, T sebesar 129,5 kg-m, BSFC sebesar 0,255 kg/hp-jam, dan th sebesar 30%.

Article Details

Section
Articles