Main Article Content

Novirina Hendrasarie

Abstract

Biopile adalah salah satu metode bioremediasi dengan cara pengomposan. Timbunan kompos secara umum
digunakan sebagai bahan pelonggar untuk meningkatkan porositas dengan memberikan permebealitas udara
yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan kandungan kontaminan hidrokarbon dalam
tanah dan mengidentifikasi jenis mikroorganisme tanah yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon
dengan teknik biopile menggunakan kompos. Dalam penelitian ini digunakan minyak tanah sebagai senyawa
hidrokarbon yang diuji. Sebuah reaktor yang dilengkapi dengan aerator disiapkan untuk proses bioremediasi.
Variasi penambahan kompos adalah 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap kuantitas tanah dan komposisi
mikroorganisme adalah 8%, 10%, 12%, dan 14%. Kondisi lingkungan yang masih dapat dikontrol adalah pH
6-9, suhu 27-30º C, dan kelembaban tanah 50-75%, dengan suplai udara 2 kPa. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penurunan kadar total hidrokarbon yang optimal berlangsung pada variasi 25% kompos
dengan 14% mikroorganisme. Efisiensi penyisihan minyak tanah optimum 84,08%. Proses penurunan
konsentrasi TPH terjadi secara optimal pada suhu 28-30º C, pH 6,61-6,94, dan kelembaban 48,83-76,58%.
Mikroorganisme yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon yang akan diidentifikasi adalah bakteri
Micrococcus (famili Micrococcaceae), keluarga Spirillum (famili Spirillaceae), dan Bacillus (Bacillaceae ).Biopile adalah salah satu metode bioremediasi dengan cara pengomposan. Timbunan kompos secara umum
digunakan sebagai bahan pelonggar untuk meningkatkan porositas dengan memberikan permebealitas udara
yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan kandungan kontaminan hidrokarbon dalam
tanah dan mengidentifikasi jenis mikroorganisme tanah yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon
dengan teknik biopile menggunakan kompos. Dalam penelitian ini digunakan minyak tanah sebagai senyawa
hidrokarbon yang diuji. Sebuah reaktor yang dilengkapi dengan aerator disiapkan untuk proses bioremediasi.
Variasi penambahan kompos adalah 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap kuantitas tanah dan komposisi
mikroorganisme adalah 8%, 10%, 12%, dan 14%. Kondisi lingkungan yang masih dapat dikontrol adalah pH
6-9, suhu 27-30º C, dan kelembaban tanah 50-75%, dengan suplai udara 2 kPa. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penurunan kadar total hidrokarbon yang optimal berlangsung pada variasi 25% kompos
dengan 14% mikroorganisme. Efisiensi penyisihan minyak tanah optimum 84,08%. Proses penurunan
konsentrasi TPH terjadi secara optimal pada suhu 28-30º C, pH 6,61-6,94, dan kelembaban 48,83-76,58%.
Mikroorganisme yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon yang akan diidentifikasi adalah bakteri
Micrococcus (famili Micrococcaceae), keluarga Spirillum (famili Spirillaceae), dan Bacillus (Bacillaceae ).

Article Details

Section
Articles