REVIEW: PARTIKULAT SEKUNDER DARI AKTIFITAS PENGECATAN
Main Article Content
Abstract
Proses pengecatan menghasilkan partikulat yang berasal dari penggunaan cat dan pelarut (solvent). Partikulat yang dihasilkan dari proses pengecatan dapat berupa partikulat primer dan sekunder. Partikulat sekunder merupakan hasil reaksi kimia antara volatile organic compound (VOC) dari cat dan pelarut (solvent) yang digunakan, dengan ozon di udara ambien. Proses pembentukan partikulat sekunder dari aktifitas pengecatan melalui proses nukleasi yang menghasilkan partikulat dengan diameter aerodinamis < 100 nm. Ukuran partikulat yang sangat kecil meningkatkan resiko munculnya gangguan kesehatan pada manusia yang terpapar, baik pada paparan akut maupun kronis pada konsentrasi tertentu. Hal ini dikarenakan partikulat dapat dengan mudah menembus paru-paru bahkan dapat terdifusi dalam peredaran darah. Pengendalian terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi konsentrasi partikulat antara lain VOC dan ozon merupakan salah satu upaya untuk menurunkan konsentrasi partikulat pada aktifitas pengecatan, selain pengendalian teknis seperti penggunaan heating, ventilating and air conditioning (HVAC).
Downloads
Article Details
Submission of a manuscript to Jurnal Purifikasi means that the work has never been published in another journal and is not under consideration for publication elsewhere. The author hereby agrees to submit the copyright of the manuscript and its contents to Jurnal Purifikasi, if accepted for publication. Accepted manuscripts will be published in printed form where the ISSN is bound in printed form, not in online form (pdf). Authors are not allowed to publish their work in other forms (journals) without permission from the Jurnal Purifikasi manager.
By submitting a manuscript, the author is deemed to know all the rights and obligations attached to each manuscript.