Main Article Content

Alia Damayanti Sri Wahyuni

Abstract

Filtrasi membran merupakan alternatif teknologi baru yang ramah lingkungan dalam mengatasi problematika limbah cair. Dalam penggunaannya, bahan baku serta proses pembuatan berperan penting dalam karakteristik dan permeabilitas membran. Chitosan (CS) adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan sebagai bahan membran karena memiliki kemampuan yang bagus dalam membentuk film. Namun, masih memiliki beberapa kekurangan karena rapuh dan hidroskopis, sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan pendukung seperti Poly (vynil) Alcohol dan Poly (ethilene) Glikol. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi penambahan Poly (vynil) Alcohol dan kecepatan pengadukan terhadap karakteristik dan permeabilitas membran. Membran chitosan-Poly (vynil) Alcohol dibuat dengan konsentrasi Poly (vynil) Alcohol sebesar 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% (v/v). Analisa karakteristik membran dilakukan menggunakan uji tarik. Membran komposit chitosan diujikan pada reaktor cross flow. Pengujian pada reaktor dilakukan selama 50 menit dan permeate diambil setiap 10 menit. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kuat tarik pada saat putus meningkat dengan meningkatnya konsentrasi Poly (vynil) Alcohol,hingga konsentrasi 40% dan dengan peningkatan konsentrasi Poly (vynil) Alcohol lebih lanjut mengakibatkan penurunan pada kuat tarik membran. Kekuatan elastisitas membran pada kecepatan pengadukan 300 rpm lebih besar dibandingkan 100 rpm. Nilai fluks tertinggi didapatkan pada variasi konsentrasi membran 30%, kecepatan pengadukan 100 rpm yaitu sebesar 40,20 L/m2.jam. Berdasarkan tekanan operasi dan nilai fluks per satuan tekanan dapat disimpulkan bahwa membran komposit yang telah dibuat termasuk dalam membran ultrafiltrasi.

Article Details

Section
Articles