Main Article Content

Yetrie Ludang

Abstract

Perkembangan pembangunan dan perekonomian Kota Palangka Raya semakin pesat, berdampak negatif  terhadap tutupan lahan bervegetasi,  berkurangnya ketersediaan oksigen dan meningkatnya emisi gas CO2. Upaya untuk menekan dampak negatif tersebut salah satunya adalah memperbanyak RTH dengan pemilihan jenis tumbuhan yang tepat. Pemilihan jenis tumbuhan RTH dilihat dari sisi pengetahuan ilmiah sudah banyak dilakukan, sedangkan penelitian yang memadukan pengetahuan ilmiah dan ulayat belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti keilmuan mengenai jenis tumbuhan ulayat sebagai tumbuhan RTH terkait kemampuannya dalam menyerap CO2 dari atmosfir. Penentuan jenis tumbuhan ulayat dilakukan dengan metode wawancara langsung terhadap responden Suku Dayak asli. Pengukuran serapan CO2 tumbuhan menggunakan metode sungkup berukuran 50 cm x 50 cm x 30 cm. Analisis konsentrasi CO2 menggunakan Gas Cromatography. Serapan CO2 anakan tumbuhan diukur pada periode waktu pengukuran pukul 06.00, 09.00, 12.00 dan 15.00 WIB dengan interval waktu pengambilan gas CO2 pada menit ke 5, 10, 15, 20, 25 dan 30. Pengukuran berat kering, persen dan karbon organik tumbuhan ulayat menggunakan metode gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jenis tumbuhan yang memiliki nilai-nilai kesakralan/ ulayat bagi masyarakat Suku Dayak Kota Palangka Raya adalah Pinang Merah (Cyrtostachys lakka Becc.), Serai (Cymbopogon citratus) dan Kenanga (Canangium  odoratum (Lamk.) Hook. dan Thorms. (Lat.)). Kemampuan serapan CO2 tumbuhan Pinang Merah sebesar 1,37 mg/m2/menit, Serai 1,35 mg/m2/menit dan Kenanga 1,22 mg/m2/menit. Tumbuhan ulayat dalam penelitian ini merupakan tumbuhan yang memiliki fungsi utama (intrinsik) dan fungsi tambahan (ekstrinsik) serta memiliki kemampuan serapan CO2  tinggi yang mampu menekan peningkatan gas CO2 di atmosfir.

Article Details

Section
Articles