Main Article Content

Yunus Fransiscus

Abstract

Serangkaian proses modifikasi bentonit telah dilakukan untuk mendapatkan bentonit terinterkalasi HDTMA dan komposit bentonit-kitosan. Kedua bahan diaplikasikan sebagai adsorben metilen biru dan fenol. Larutan surfaktan HDTMA–Cl 1% dan suspensi bentonit disiapkan dengan rasio bentonit/air 20g/100mL melalui proses pengaturan pH, pemanasan, pengendapan, dan pencucian. Sebanyak 5 g bentonit tersebut dicampur dengan 1% v/v asam asetat dan ditambahkan kitosan yang sudah dideasetilasi. Setelah diaduk 12 jam, campuran tersebut dicuci, disaring, dan dikeringkan. Adsorbat fenol dan biru metilen disiapkan sebagai larutan stok dari pengenceran larutan induk fenol dan biru metilen dengan akuades. Larutan umpan dari stok dibuat sesuai konsentrasi yang dikehendaki. Percobaan dilakukan secara batch dengan kolom adsorpsi OMNIFIT. Aliran dari kolom adsorpsi diresirkulasi ke tanki penampung. Laju larutan umpan dan banyaknya adsorben diatur konstan pada kecepatan 1 mL/menit. Konsentrasi awal fenol dan biru metilen divariasikan dari 10 hingga 250 mg/L. Sampling dilakukan setiap 5 menit pada 30 menit pertama, diikuti dengan tiap 15 menit, hingga sistem mencapai kondisi setimbang. Analisis sampel dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit bentonit-kitosan memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih besar, yaitu 65 mg/g dan 95 mg/g untuk adsorbat fenol dan metilen biru. Sedangkan, bentonit terinterkalasi HDTMA memiliki kemampuan adsorpsi 35 mg/g untuk fenol dan 38 mg/g untuk metilen biru. Aplikasi model adsorpsi yang paling sesuai adalah model Freundlich. Model adsorbsi tersebut menjelaskan interaksi antara adsorben dan adsorbat dipengaruhi oleh reaksi fisik

Article Details

Section
Articles