Main Article Content

Muhammad Romli

Abstract

Pemanenan mikroalga merupakan faktor penting dalam produksi alga karena menentukan biaya produksi. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi pemisahan mikroalga dari air limbah agroindustri oleh koagulasi kimia/flokulasi. Efisiensi penggunaan alumuniumtrisulphate (tawas) dan polyaluminiumchloride (PAC) untuk koagulasi/flokulasi proses dievaluasi dalam serangkaian jartest untuk pemisahan mikroalga tumbuh di rumah buatan dan air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga dapat dipisahkan dari air limbah secara efisien dengan metode flokulasi/koagulasi. Efisiensi pemisahan bergantung pada jenis dan dosis koagulan dan karakteristik media di mana mikroalga ditumbuhkan. Sekitar 400 g/L tawas atau 200 mg/L PAC dapat menghasilkan pemisahan optimum mikroalga yang tumbuh di rumah jagal pada air limbah. Sedangkan untuk pemisahan mikroalga tumbuh dalam air limbah buatan diperlukan dosis tawas relatif lebih tinggi dari dosis 600 mg / L atau PAC dari 400 mg / L. Nilai-nilai kekeruhan, warna, dan total padatan tersuspensi dalam efluen sangat rendah. Hal ini menyebabkan kemungkinan daur ulang limbah untuk digunakan kembali.

Article Details

Section
Articles