Main Article Content

Imam Suprayogi

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan model optimasi distribusi air bersih PDAM di wilayah Jogyakarta. Optimasi distribusi air bersih dari reservoir ke daerah pelayanan dengan mempertimbangkan faktor alokasi ketersediaan biaya yang harus dikeluarkan PDAM. Metode pendekatan yang digunakan dalam proses optimasi distribusi air bersih dari reservoir di Gemawang, Gedong Kuning, dan Tegalrejo ke daerah pelayanan di Jogyakarta Utara, Jogyakarta Selatan, Jogyakarta Barat, dan Jogyakarta Selatan menggunakan fuzzy integer transportation problem (FITP). Metode pendekatan ini merupakan model transportasi dengan paket program bantu Lingo versi 8.0. Data penelitian bersumber dari data sekunder dari PDAM Jogyakarta yang meliputi kapasitas reservoir, kebutuhan air bersih daerah pelayanan, dan biaya operasi di setiap daerah pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil optimasi distribusi air minum PDAM menggunakan pendekatan model FITP akan didapatkan biaya distribusi optimal dari reservoir ke empat daerah pelayanan wilayah Jogyakarta sebesar Rp.1.591.320,00. Distribusi air bersih yang optimal dari reservoir Gemawang sebanyak 15.000 L, dari reservoir Gedong Kuning sebanyak 19.500 L dan reservoir Tegalrejo sebanyak 17.500 L. Oleh karena itu, biaya optimal yang harus dikeluarkan PDAM untuk mendistribusikan air bersih sebesar Rp.1.591.320,00, lebih rendah bila dibandingkan dari total biaya yang disediakan PDAM Jogyakarta sebesar Rp. 1.600.000,00.

Article Details

Section
Articles